Rabu, 01 Oktober 2014

Pertemuan ke 7: Filsafat: Badan dan Jiwa dan Inteligensi

Pada hari Kamis, 25 September 2014 mempelajari mengenai Filsafat: Badan dan jiwa. Badan dan jiwa merupakan satu kesatuan yang membentuk pribadi manusia. Kesatuan keduanya membentuk keutuhan pribadi manusia.
Dua aliran yg melihat badan dan jiwa secara bertolak belakang:
Monisme: Aliran yang menolak pandangan bahwa badan dan jiwa merupakan dua unsur yang terpisah. Badan dan jiwa adalah satu substansi. Keduanya satu kesatuan yang membentuk pribadi manusia.
Tiga bentuk aliran ini:
1.     Materialisme: menempatkan materi sebagai dasar bagi segala hal yang ada (fisikalisme).
2.    Teori identitas: menekankan hal berbeda dari materialisme, mengakui aktivitas mental manusia.
3.    Idealisme: ada hal yang tidak dapat diterangkan semata berdasarkan materi, seperti pengalaman, nilai dan makna.

Dualisme: badan dan jiwa adalah dua elemen yg berbeda dan terpisah. Perbedaannya ada dlm pengertian dan objek.
Empat cabang:
1.     Interaksionisme: fokus pada hubungan timbal balik antara badan dan jiwa.
2.    Okkasionalisme: memasukkan dimensi ilahi dalam membicarakan hubungan badan dan jiwa.
3.    Paralelisme: sistem kejadian ragawi terdapat di alam, sedangkan sistem kejadian kejiwaan ada pada jiwa manusia.
4.    Epifenomenalisme: melihat hubungan jiwa dan badan dari fungsi syaraf.
Tanggapan singkat:
1.     Pandangan monisme bertentangan dengan hakikat manusia sesungguhnya. Kelemahan materialisme, tidak bisa melihat bahwa pengalaman bersifat personal.
2.    Pandangan dualisme, khususnya paralelisme itu sulit diterima.

Badan manusia, badan itu merupakan elemen mendasar dalam membentuk pribadi manusia.
Hakekat badan dalam seluruh aktivitas entitas yang terjadi dalam badan: tertawa, menangis, berjalan, lari, duduk, dll.

Badan manusia tidak memiliki apa-apa tanpa jiwa. Jiwa harus dipahami sebagai kompleksitas kegiatan mental manusia. Jiwa menyadarkan manusia siapa dirinya.
James P. Pratt menunjuk ada 4 kemampuan dasar jiwa manusia:
1.     Menghasilkan kualitas penginderaan
2.    Mampu menghasilkan makna yang berasal dari penginderaan khusus
3.    Mampu memberi tanggapan terhadap hasil penginderaan
4.    Memberi tanggapan pada proses yang terjadi dalam pikiran demi kebaikan

KESIMPULAN: Realitas manusiawi – realitas prinsipial terbentuk dr dua elemen, yaitu material dan spiritual. Badan dan jiwa = satu kesatuan yg membentuk eksitensi manusia. Jiwa tdk bs berfungsi baik  kalau tdk ada badan. Badan manusia bukan mekanistik, tapi dinamika dari jiwa itu sendiri.

Sesi kedua adalah tentang Inteligensi

Istilah inteligensi diambil dari kata intellectus dan kata kerja intellegere (bahasa Latin). Kata intellegere terdiri dari kata intus yang artinya dalam pikiran atau akal, dan kata legere yang berarti  membaca atau menangkap.

Inteligensi adalah kegiatan dari suatu organisme dalam menyesuaikan diri dengan situasi-situasi, dengan menggunakan kombinasi fungsi-fungsi seperti persepsi, ingatan, konseptual, prediksi, kontrol, memilih, mengarahkan. Berbeda dengan naluri, kebiasaan, adat istiadat, hafalan tanpa mempergunakan pikiran, tradisi. Kegiatan inteligensi adalah persepsi, aprehensi, dan insight.

Sumber:
Dari PPT dosen




2 komentar:

  1. Blognya keren, ada gambarnya pula, desain blognya juga kreatif banget, nilainya 100!!!!

    BalasHapus