Pelajaran
pada pertemuan ke 4 ini, pada sesi pertama saya belajar tentang subyektivisme dan obyektivisme.
Subyektivisme:
pengetahuan yang didasari oleh keyakinan oleh individu,
Obyektivisme:
pandangan bahwa yang kita persepsikan melalui pengantara indera kita itu ada
dan bebas dari kesadaran manusia.
Tokoh-tokoh dari subyektivisme adalah:
1.
Aristoteles.
2.
Plato,
3.
Rene
Descartes à Cogito
ergo sum berpikir, tidak bermaksud secara pada penalaran saja seluruh
kegiatan sadar masuk kedalam kegiatan berpikir.
4.
Kaum
Solipsisme
5.
Kaum
Realisme Epistemologis à kesadaran
menghubungkan saya dengan “apa yang lain” dari diri saya. Misalnya, mendengar
musik.
6.
Kaum
Idealisme Epistemologis à setiap
tindakan mengetahui berakhir didalam suatu ide (peristiwa subyektif
murni). Misalnya, saat kita berimajinasi, yang memulai saya dan yang mengakhiri
adalah saya.
Ø
Subyektif
murni yaitu yang mempunyai kesadaran itu adalah individu.
Ciri-ciri pendekatan subyektivisme:
·
Menggagas
pengetahuan sebagai suatu keadaan mental khusus misalnya sejarah (pengalaman
pribadi).
·
Pengalaman
subyektif sebagai titik tolak pengetahuan dari inderawi diri sendiri à yang melihat itu mata saya, yang
merasakan/menyentuh itu tangan saya, yang berpikir itu otak saya (pengalaman
pribadi).
·
Prinsip
subyektif tentang alasannya cukup karena pengalaman bersifat personal, benar
secara pasti dan meyakinkan karena berlaku sebagai pengetahuan langsung dari
diri subyek itu sendiri à pengalaman
itu benar langsung dari subyek, bukan dari orang lain.
Ø
Bagaimana
orang mengetahui dunia obyektif, ini masih menjadi pertanyaan. Contohnya, pada
saat kita dijalan tol yang sepi maka pada saat kita melihat aspal itu kita
lihat seperti ada aliran airnpadahal tidak ada aliran air. Jadi indra kita ini
masih mempunyai kekeliruan.
Ø
Rene
Descartes menolak skeptisisme à kita tidak pernah tahu tentang apa pun. Skeptisisme ini
meragukan manusia bisa mengetahui sesuatu karena tidak ada bukti cukup bahwa
manusia benar-benar tahu tentang sesuatu.
Ø
Kebenaran
itu bukan berdasarkan dari indera itu sendiri tetapi saya yang merasakan. Yang
bisa merasakan itu subyek, yang memutuskan sesuatu itu adalah subyek atau
individu. Contoh: yang merasakan garam itu asin adalah saya bukan garam. Saya
(pikiran saya) yang memutuskan bahwa garam itu rasanya asin.
Obyektivisme
Tokoh dari pandangan ini
adalah:
2.
Latatos
3.
Marx
Ø
Ada 3 pandangan dasar obyektivisme:
1.
kebenaran
itu independen terlepas dari pandang subjektif,
2.
kebenaran
itu datang dari bukti faktual,
3.
kebenaran
hanya bisa didasari dari pengalaman inderawi.
Ø
Obyek
bersifat umum (obyek yang sama dapat dipersepsikan oleh pengamat yang jumlahnya
tidak terbatas) dan permanen.
Ø
Para filsuf Skolastik à indera tidak pernah salah
Ø
Untuk
mempercayai kebenaran inderawi, syarat yang
harus dipenuhi:
1.
harus
sesuai dengan jenis indera kita,
2.
organ
indera harus normal dan sehat,
3.
medium
itu harus ada.
v
Obyek
khusus: data yang ditangkap oleh satu indera (warna,bau).
v
Obyek
umum: data yang dapat ditangkap oleh lebih dari satu indera. (dilihat dan
diraba)
Sesi kedua, mempelajari tentang konfirmasi, inferensi
dan telaah konstruksi teori.
Konfirmasi untuk menegaskan, untuk penegasan, untuk
memperkuat kenyataan atau fakta.
Ada
dua aspek konfirmasi:
1.
Kuantitatif:
untuk memastikan kebenaran. Kuantitatif tidak bisa dilaksanakan.
2.
Kualitatif:
informasi itu bersifat kualitatif, untuk menunjukkan kebenaran.
Konfirmasi
mencari hubungan normatif antara hipotesis dari fakta-fakta bila sesuai maka
hipotesis konfirmasi ilmu pengetahuan.
Ø
3
jenis konfirmasi:
1.
decision
theory: kepastian berdasarkan keputusan
2.
estimation
theory: menetapkan kepastian dengan memberi peluang
3.
reliability
theory: membicarakan mengenai kehandalan, menetapkan kepastian dengan
mencermati fakta yang berubah terhadap hipotesis.
Inferensi artinya penyimpulan à proses membuat/penarikan konklusi
(kesimpulan) dari satu atau lebih keputusan. Inferensi bergerak ke pengetahuan
baru
Ø
Jenis
inferensi:
1.
Cara
deduktif
a.
Inferensi
langsung à penarikan konklusi hanya dari sebuah
premis (kenyataan). Konklusi tidak boleh lebih luas dari premisnya.
b.
Inferensi
tidak langsung à inferensi
silogistik. Penarikan konklusi dengan menggunakan dua premis.
2.
Cara
induktif
Konstruksi
Teori: model yang
menjelaskan fenomena alami tertentu.
Teori
dirumuskan, dikembangkan menurut metode alamiah.
Ø
Dua
kutub arti teori:
1.
Kutub
1: Teori sebagai hukum eksperimental
2.
Kutub
2: Teori sebagai hukum yang berkualitas normal, seperti teori relativitasnya
Einstein.
Ø
Perkembangan
ilmu pengetahuan dalam 3 periode:
1.
animisme:
percaya pada mitos
2.
ilmu
empiris: tolok ukur ilmu paling sederhana salah satunya adalah pengalaman.
3.
Ilmu
teoritis: gejala yang ditemukan diterangkan dengan kerangka pemikiran
Ø
3
model konstruksi teori:
1.
model
korespondensi: kebenaran sesuatu dibuktikan dengan menemukan relevansinya dengan yang lain
2.
model
koherensi: sesuatu dipandang benar bila sesuai dengan moral tertentu
3.
model
paradigmatis: konsep kebenaran ditata menurut pola hubungan yang beragam, menyederhanakan yang kompleks
Sumber:
http://therucksack.tripod.com/MiBSAR/LandNav/LatLon/ReneDescartes.jpg
http://openparachute.files.wordpress.com/2008/06/popper-karl-01.jpg

suka deh warna warni gitu tulisannya wkwk ayo post materi selanjutnya<3
BalasHapusthank you nidya :)
HapusWah sangat bermanfaat yaaa postnya
BalasHapus95 buat kinsky :*
bagus nih blog nya, 95 deh buat kamu kins
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusTerima kasih banyak ya kalian :)
BalasHapusisinya menarik dan tingkatkan lagi kreativitas kamu ya kinsky.. 80 nilai buat kamu.. :)
BalasHapusBlognya bagus kins lengkap dan menarik,90 buat kamu
BalasHapusWah bu kins lengkap 89 ya :)))
BalasHapusterima kasih banyak yaa untuk kalian semua :)))
BalasHapus