Pada hari ini
pelajaran filsafat mempelajari tentang Epistemologi atau yang disebut dengan
filsafat pengetahuan. Epistemologi itu berasal dari bahasa Yunani yaitu
episteme (pengetahuan) dan logos (ilmu). Cabang filsafat yang berkaitan dengan
asal, sifat, dan karakter. Lahirnya epistemologi karena para pemikir melihat
bahwa pancaindra manusia satu-satunya alat penghubung antara manusia dengan
realitas eksternal.
Dalam memperoleh
ilmu pengetahuan tersebut diperoleh manusia melalui akal dan pancaindra dengan
berbagai metode yaitu metode induktif, yang akan membahas dari khusus ke umum,
metode deduktif yang akan membahas dari umum ke khusus, metode positivisme
merupakan ilmu yang positif-positif oleh Auguste Comte, metode kontemplatis
merupakan pendeketan yang akan masuk kedalam ranah yang sudah diinternalisasi,
dan metode dialektis merupakan dialog antar budi, subyek.
Metode untuk
memperoleh pengetahuan itu ada metode empirisme yaitu metode dalam filsafat
yang mendasarkan cara memperoleh pengetahuan melalui pengalaman. Metode
rasionalisme yaitu metode dalam filsafat yang terletak pada akal dan itu
berasal dari diri kita (menurut Rene Descartes yaitu Cogito ergo sum = Saya berpikir maka saya ada). Metode
fenomenalisme (phenomenon) yaitu
berdasarkan dari pengalaman dalam dirinya sendiri atau berdasarkan dari gejala
yang nampak (menurut Immanuel Kant).
Sifat epistemologi
itu ada
1. Secara kritis à mempertanyakan cara kerja, pendekatan dan
kesimpulan (tanggung jawabnya yang lebih penting) itu semua,
2. Secara normatif
à menentukan tolak ukur,
3. Secara evaluatif
à menilai apakah suatu keyakinan dapat
dipertanggungjawabkan dan dijamin kebenarannya.
Struktur ilmu
pengetahuan itu ada subjek dan ada objek, hubungan kedua ini harus menghasilkan
pengetahuan.
Teori kebenaran
itu dalam ilmu pengetahuan itu ada 5 yaitu;
1. Teori kebenaran korespondensi à terjadi apabila subjek yakin objek sesuai dengan kenyataannya
2. Teori kebenaran koherensi à kesesuaian pendapat, kebenaran terjadi
karena ada kesesuaian
3. Teori kebenaran pragmatik à kebenaran akan terjadi apabila sesuatu
memiliki kegunaannya
4. Teori kebenaran konsensus à terjadi apabila ada kesepakatan yang
disertai alasan tertentu
5. Teori kebenaran semantik à terjadi apabila orang mengetahui dengan
tepat tentang arti suatu kata
Pada sesi kedua,
saya mempelajari tentang kebenaran.
Kebenaran itu
untuk menilai pernyataan digunakan istilah benar dan salah, bisa dinilai dari
pengetahuan perpaduan dari sistem pernyataan. Konsep dan persepsi itu tidak
dapat dinilai benar atau salah. Secara umum kebenaran itu dimengerti sebagai
kesesuaian antara apa yang dipikirkan dengan kenyataan sesungguhnya.
Pengertian
Plato tentang kebenaran secara etimologi, alethia
(ketaktersembunyiaan adanya). Menurut Plato bahwa selama kita terikat pada
“yang ada”, kita belum bertemu dengan kebenaran karena “adanya” itu masih
tersembunyi. Menurut Aristoteles, lebih memusatkan perhatian pada kualitas
pernyataan yang dibuat oleh subyek penahu.
Menurut kaum
Positivisme Logis dibedakan menjadi dua yaitu,
1. kebenaran
faktual à kebenaran yang tidak mutlak
2. kebenaran nalar
à kebenaran yang tentu dan pasti
Menurut Thomas Aquinas,
kebenaran dibedakan menjadi dua yaitu;
1. kebenaran Ontologis à kebenaran yang terdapat dalam kenyataan,
2. kebenaran logis à kebenaran yang terdapat dalam akal budi
manusia si penahu
kekeliruan perlu
dibedakan dengan kesahihan, kekeliruan à dapat dipercaya sedangkan kekeliruan à sesuai dengan fungsi (tergantung
konteksnya apa).
Faktor yang
menyebabkan terjadinya kekeliruan:
1. sikap terburu-buru dalam proses kegiatan
mengetahui,
2. sikap takut salah yang berlebihan atau
sikap terlalu gegabah dalam melangkah,
3. kebingungan akibat emosi,
4. prasangka,
5. keliru dalam penalaran.
Pelajaran pada
hari ini, saya mendapat banyak pelajaran lagi untuk diterapkan. Pelajaran
epistemologi tentang teori kebenaran itu akan berguna salah satunya didalam argumen-argumen terutama
dalam bidang psikologi dan juga terlebih lagi dipelajaran kebenaran tentang
faktor-faktor terjadinya kekeliruan dan saya merasa bahwa saya tidak akan melakukan
seperti sikap terburu-buru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar