Kamis, 18 September 2014

Pertemuan 2: Metafisika/Ontologi dan Auksiologi

Pada hari ini pelajaran Filsafat yang pertama mempelajari mengenai Aksiologi yang artinya teori nilai yang berkaitan dengan penggunaan dari pengetahuan yang diperoleh (Jujun S. Suriasumantri). Aksiologi ini berasal dari bahasa Yunani yaitu axios yang berarti nilai, layak,pantas, patut dan logos yang berarti ilmu. Jadi Aksiologi adalah teori tentang nilai. Aksiologi ini merupakan ilmu yang mempelajari hakikat dan manfaat yang sebenarnya dari pengetahuan dan aksiologi menyangkut masalah nilai kegunaan ilmu.

Aksiologi juga bagian dari filsafat yang memberi perhatian tentang baik dan buruk, benar dan salah, dan tentang cara dan tujuan. Aksiologi mencoba merumuskan suatu teori yang konsisten untuk perilaku etis terikat dengan moral. Yang paling terngiang-ngiang diotak saya adalah “Jika ada fakta maka terdapat nilai”. Nilai tersebut dibagi menjadi nilai estetika, nilai kegunaan, nilai kesenangan, nilai rohani dan nilai moral.

Nilai bersifat objektif dengan nilai bersifat subjektif, dikatakan objektif jika nilai-nilai tidak tergantung pada subjek atau kesadaran yang menilai sedangkan subjektif apabila subjek berperan dalam memberi penilaian, kesadaran manusia menjadi tolak ukur penilaian.

Pelajaran filsafat kedua mempelajari mengenai, pembagian filsafat, epistemologi dan metafisika. Pada tahap awal filsafat mencakup seluruh ilmu pengetahuan kemudian pokok filsafat makin banyak maka perlu dibagi menjadi cabang filsafat. Salah satu dari cabang filsafat adalah filsafat khusus berbagai disiplin, dalam filsafat ini ada filsafat matematika contohnya yang akan dipelajari didalam pelajaran ini adalah “Mengapa 1+1=2?” ini yang membuat saya tertarik didalam pelajaran filsafat hehehe…

Kemudian epistemologi merupakan kata, pikiran, percakapan tentang pengetahuan. Pokok persoalannya salah satunya adalah sumber dan asal mula. Jenis pengetahuan itu memiliki subjek yang mengetahui dan objek yaitu sesuatu yang ikhwalnya kita ketahui.

Kemudian Metafisika atau Ontologi. Nama metafisika diberikan oleh Andronikus, Meta ta physika (Etimologis) = sesudah fisika. Metafisika ini bukan karena Physika maka metafisika ada tetapi kebetulan karena muncul buku Physika maka barulah terbit istilah metafisika. Metafisika ini memiliki beragam arti dan salah satunya adalah pembahasan falsafati yang komperehensif mengenai seluruh realitas atau segala sesuatu yang ada. Pembagian metafisika salah satunya ada metafisika umum (ontologi) dan membahas segala sesuatu yang ada secara menyeluruh dengan cara memisahkan eksistensi dari penampilan eksistensi itu. Tiga teori ontologis ada idealisme, materialisme, dan dualisme. Selain itu ada metafisika khusus (teologi metafisika), salah satunya kosmologi mengenai alam paling fundamental dari seluruh realitas. Memandang alam sebagai totalitas dari fenomena.


Pada pelajaran hari ini, pada akhirnya saya mengerti mengenai pembagian cabang filsafat secara umum, dan juga apa itu aksiologi, epistemologi, dan metafisika. Semakin saya mempelajari tentang filsafat, semakin menarik pelajaran itu dan juga semakin membuat saya ingin mengetahui lebih banyak.

1 komentar: