Pengaruh Doa terhadap
Psikologis dan Kesehatan Berdasarkan Agama Kristen
Pengertian Doa
Pengertian doa menurut
Alkitab. Menurut Alkitab doa adalah suatu jalinan persahabatan dengan Allah. Makna
penting dari doa adalah bahwa melalui proses doa, kita sedang membangun
persahabatan dengan Allah. Doa adalah suatu komunikasi dengan Allah dengan
tujuan untuk membangun persahabatan dengan-Nya (Chang, 2014).
Pengertian doa menurut agama
Kristen. Sumbangan Paulus yang terbesar bagi pengertian doa Kristiani,
ialah bahwa ia meneguhkan hubungan doa itu dengan Roh Kudus. Doa sebenarnya
adalah suatu karunia pemberian Roh. Orang percaya berdoa dalam roh (karena itu
doa adalah kerja sama antara Allah dan orang percaya dalam hal doa diajukan
kepada Bapak, dalam nama Anak, oleh dorongan Roh Kudus yg diam di dalam dia
(“Doa Ensiklopedia,” t.t.).
Maka dapat
disimpulkan bahwa doa adalah suatu hubungan dan komunikasi yang kita bangun
dengan Allah.
Fungsi
Doa Menurut Agama Kristen
Orang kristen di dalam Perjanjian Baru adalah orang
yang merupakan Anak Allah, dan doa berkaitan dengan pemeliharaan hidup di dalam
Allah. Manfaat doa adalah bahwa doa membawa kita mengenal Allah dan memberikan
jalan kepada kita, seturut kehendak-Nya. Ayat ini menerangkan kepada kita
bagaimana kehidupan itu dapat dicapai oleh tiap-tiap orang-orang Kristen
(Chambers, 2001).
Pengaruh
Doa terhadap Kesehatan Psikologis
Pengaruh terhadap konsentrasi otak. Benson mendokumentasikan
melalui MRI “brain scan” perubahan fisik yang terjadi pada tubuh seseorang saat
dirinya berdoa. Dan ketika dicocokan dengan penelitian yang dilakukan para
peneliti lain di Universitas Pennsylvania, ternyata menghasilkan gambaran
aktivitas otak yang kompleks karena pada saat seseorang sedang semakin dalam terpusat
pada doanya, aktifitas intens pada sirkuit lobus parietal otaknya mulai
terbentuk dan situasi tenang diseluruh otaknya terciptakan. Disaat bersamaan,
sirkuit lobus frontal serta temporal yang memiliki hubungan diantara pikiran
dengan tubuh mulai terwujudkan.
Sistem limbik yang bertanggung jawab untuk meletakkan "tag
emotional" mulai menjadi aktif dan merupakan pengatur relaksasi,
mengendalikan sistem saraf otonom, denyut jantung, tekanan darah, metabolisme,
dan lain-lain sehingga tubuh menjadi lebih santai, lebih berkonsentrasi serta
aktivitas fisiologis menjadi lebih merata (Kinasih, 2010).
Pengaruh terhadap penurunan stress. Ilmuwan Harvard,
Herbert Benson, MD, telah melakukan penelitian tentang doa untuk memahami
pengaruh pikiran seseorang terhadap tubuhnya. Menurut hasil penelitiannya semua
bentuk doa mampu membangkitkan respon relaksasi yang menghilangkan stress dan
menenangkan tubuh (Kinasih, 2010).
Pengaruh
Doa terhadap Kesehatan Fisik
Pengaruh terhadap sel
darah. Penelitian
ini dilakukan oleh Rebecca Marina dengan Dr. Felici. Dengan menggunakan alat Potensi
EFT (Emotional Freedom Technique) dan tes darah yang diambil dengan menggunakan
Darkfield Microscope yang dihubungkan dengan monitor Komputer. Kondisi sel darah merah saat berdoa yang
berbeda dengan kondisi seperti biasanya, yaitu (a) cairan darah sangat
cerah, (b) gerakan sel darah merah teratur, (c) cairan darah muncul substansi
yang berkilauan, (d) didalam sel darah merah terdapat substansi yang bercahaya
dan berdenyut seperti denyutan jantung, (e) setelah selesai penelitian tes
darah yang lain sudah berhenti bergerak, kecuali tes darah yang diberi doa. Dari
Eksperimen ini Rebecca mengambil kesimpulan bahwa emosi dan berdoa menimbulkan
efek yang berbeda secara drastis pada kesehatan darah manusia yang secara
otomatis berpengaruh langsung terhadap kondisi kesehatan manusia (Tea,
2012).
Pengaruh terhadap
kesembuhan penyakit. Larry
Dossey, M.D., seorang dokter dari Texas, Amerika, dalam bukunya mengatakan
bahwa sudah banyak penelitian yang dilakukan para ahli untuk mengetahui
pengaruh doa dalam penyembuhan. Mengenai ukuran dari efektif tidaknya suatu
doa, Nunu menjelaskan bahwa hal itu langsung bisa dilihat dari perubahan yang
terjadi dalam kondisi kesehatan atau kehidupan seseorang. Bandingkan saja
kondisi kesehatan dan kehidupan orang tersebut ketika berdoa dengan cara yang
lama dan setelah menggunakan cara yang efektif (Sweetspe, 2014). Menurut pendataan oleh Newsweek, 72% masyarakat
Amerika mengatakan mereka percaya bahwa berdoa dapat menyembuhkan seseorang dan
berdoa membantu kesembuhan. Penelitian di Inggris dan Amerika Serikat juga
telah menyimpulkan bahwa doa dapat mengurangi gejala-gejala penyakit pada
pasien dan mempercepat proses penyembuhan penyakitnya (Yahya, 2007).
Doa
sebagai Bentuk Terapi
Terapi penyembuhan penyakit. Faktor kejiwaan juga dapat meningkatkan imunitas, sehingga
seseorang tidak mudah sakit atau akan cepat sembuh jika terserang penyakit, di
sinilah doa memegang peranan. Terapi medis dengan doa merupakan hal yang baru
di dunia kedokteran modern.
Doa untuk
terapi penyembuhan barangkali merupakan sesuatu yang masih baru bagi kita. Sebenarnya
sebagai umat percaya dalam kehidupan sehari-hari tidak jarang kita pernah
mempraktekkannya tanpa kita sadari. Misalnya saat kita sedang mengalami sakit
secara mendadak dan menyakitkan, tanpa sadar kita akan merintih kesakitan
sambil menyebut Tuhan berkali-kali dan sebagai efeknya sakit yang kita alami
terasa sedikit berkurang. Inilah salah satu kekuatan doa yang bersumber dari
keyakinan dan kepasrahan diri kepada Tuhan (“Doa Sebagai Terapi Penyembuhan,”
2012). Saat terapi harus diketahui tidak hanya berdoa saja tetapi harus dengan
semangat kita juga dalam proses penyembuhan penyakit ini seperti “Hati yang gembira adalah obat yang manjur,
tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang” (Amsal 17:22).
Daftar Pustaka
Bimbingan Kasih. (2012). Doa sebagai terapi
penyembuhan. Diunduh dari
http://www.maitreyavoice.com/doa-sebagai-terapi-penyembuhan/
Chambers,
O. (2001). Jika anda hendak meminta kepada-nya. Diunduh dari http://pendoa.blogspot.com/2009/02/apakah-manfaat-doa.html
Chang,
E. (2014, 1 November). Sepuluh langkah doa. Diunduh dari http://www.cahayapengharapan.org/khotbah/lain-lain/texts/sepuluh_langkah_doa.htm
Kinasih, S. (2010, 11 November).
Dampak berdoa bagi kesehatan. Diunduh dari http://mindhealingtherapy.blogspot.com/2010/11/berdoa-dan-dampak-positip-yang.html
Sweetspe. (2014, 13 Januari).
Penyembuhan dengan doa. Diunduh dari http://sweetspearls.com/health/penyembuhan-dengan-doa/
Tea, R. (2010, 24 Oktober). Energi
doa dan pengaruhnya pada perilaku sel darah merah manusia. Diunduh dari http://alumnisksd.wordpress.com/2010/10/24/energi-doa-dan-pengaruhnya-pada-perilaku-sel-darah-merah-manusia/
Yahya,
H. (2007, 7 Juni). Bagaimana doa dapat mempercepat kesembuhan pasien. Diunduh
dari http://id.harunyahya.com/id/Artikel/4467/bagaimana-doa-dapat-mempercepat-kesembuhan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar